DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Teknis Budidaya Kentang Dengan Produk Organik Nasa


Kentang ( Solanum Tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi  penting. PT. Naturl Nusantara berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan ( Aspek 3K)



SYARAT PERTUMBUHAN
  • Curah hujan rata rata 1500 mm/tahun 
  • Lama penyinaran 9 - 10 jam/ hari
  • Suhu optimal 18 - 21०C
  • Kelembaban 80 -90०C
  • Ketinggian antara 1.000 - 3.000 m dpl.
  • Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik
  • Memiliki lapisan olah yang dalam
  • pH antara 5,8 - 7,0
PEMBIBITAN
  • Umbi bibit berbobot 30 - 50 gram , umur 150 -180 hari, tidak cacat, dan varietas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3 - 5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas kurang lebih 2 cm , siap ditanam.
  • Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat ), berat antara 30 -45 gram dengan 3 -5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa / dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2 - 4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1 -3 jam ( 2-4 cc/lt air)
PENGOLAHAN LAHAN
  • Lahan dibajak sedalam 30 - 40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm ( 1 jalur tanaman)/ 140 cm ( 2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm
  • Natural GLIO yang sudah terlebih dahulu dikembang biakan dalam pupuk kandang kurang lebih 1 minggu. ditebarkan merata pada bedengan( dosis : 1 -2 kemasan Natural GLIO dicampur 50 - 100 kg pupuk kandang/1000m²).
PEMUPUKAN DASAR
  • Pupuk Anorganik berupa Urea (100 kg), SP 36 ( 100 kg), dan KCL ( 75 kg) per Ha
  • Siramkan POP SUPERNASA dengan cara :
    • Alternatif 1 : 1 botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor vol 30 liter diberi 1 peres sendok makan POP SUPERNASA untuk menyiram bedengan.
  • Berikan pupuk kandang 5 - 6 ton / ha ( dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam.
CARA PENANAMAN
  • Jarak Tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit kurang lebih 1.300 - 1.700 kg / ha ( bobot umbi 30 - 45 gr)
  • Waktu tanam diakhir musim hujan ( April - Juni)
PENYULAMAN

Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh / tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

PENYIANGAN

Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2 - 3hari sebelum/ bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

PEMANGKASAN BUNGA

Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

PEMUPUKAN SUSUSLAN
  • Umur 21 hari setelah tanam ( hst) 200 kg Urea/ Za, 200 kg SP -36 dan 150 kg KCL per Ha.
  • Umur 45 hari setelah tanam ( hst) Urea / Za 45 kg dan KCl 75 kg per ha.
  • Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
  • Semprotkan 4 - 6 tutup POC NASA + 1 - 2tutup HORMONIK per tangki atau GREENSTAR dosis 1 sachet per tangki mulai umur 1 -11 minggu.
PENGAIRAN

Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan gembor atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab ( sekitar 15 - 20  menit)

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT HAMA

HAMA
  • Ulat Grayak (Spodoptera litura) Gejala : ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian : (1). memangkas daun yang telah ditempeli telur ; (2). Penyemprotan PESTONA dan Sanitasi lingkungan.
  • Kutu Daun (Aphis Sp) Gejala : kutu daun mengisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian : memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan PESTONA atau BVR.
  • Orong orong ( Gryllotalpa Sp) GEjala menyerang umbi di kebun, akar , tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian  : Pengocoran PESTONA.
  • Hama Penggerek Umbi (Phtorimae poerculella Zael) Gejala : daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian ; Pengocoran PESTONA.
  • Hama Trip ( Thrips Tabaci) Gejala : pada daun terdapat bercak bercak berwarna putih, berubah menjadi abu abu perak dan mengerin. SErangan dimulai dari ujung ujung daun yang masih muda.Pengendalian : (1) memangkas bagian daun yang terserang ; (2) menggunakan PENTANA atau BVR
PENYAKIT


  • Penyakit Busuk Daun Penyebab : jamur Phytopthora infestans. Gejala : timbul bercak bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan spongarium dan daun membusuk / mati . Pengendalian  : sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural GLIO pada sebelum atau awal tanam, semprotkan CORRIN.
  • Penyakit Layu Bakteri  Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala :beberpa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian : Pergiliran tanaman, sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural GLIO pada sebelum atau awal tanam.
  • Penyakit Busuk Umbi Penyebab : Jamur Colleotrichum coccodes. Gejala : daun menguning dan menggulung , lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada di dalam tanah terdapat bercak bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian : pergiliran tanaman, sanitasi kebun dan penggunaan Natural GLIO pada atau sebelum atau awal tanam.
  • Penyakit Fusarium Penyebab Fusarium Sp. Gejala ; busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang digudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka luka yang disebabkan nematoda/ faktor mekanis. Pengendalian : menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural GLIO pada sebelum atau awal tanam.
  • Penyakit Fusarium Penyebab : jamur Fusarium Sp. Gejala : Busuk umbi yang menyebbakan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka luka yang disebabkan nematoda/ faktor mekanis. Pengendalian : menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan : dengan penggunaan Natural GLIO pada sebelum atau awal tanam.
  • Penyakit Bercak kering (Early Blight) Penyebab  : Jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang didaerah kering. Gejala : daun berbecak kecil tersebar tidak teratur. warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tdak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian : pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural GLIO sebelum / awal tanam, semprot CORRIN.
PENYAKIT KARENA MUDA
Virus yang menyerang adalah :
  • Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung.
  • Potato Virus X ( PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun 
  • Potato Virus Y ( PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal
  • Potato Virus A ( PVA) menyebabkan mosaik lunak.
  • Potato Virus M ( PVM) menyebabkan mosaik menggulung.
  • Potato Virus S ( PVS) menyebbakan mosaik lemas.
Gejala : akibat serangan , tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil kecil / tidak menghasilkan sama sekali , daun menguning dan jaringan mati.

Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. Gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan coccinella dan nematoda.Pengendalian : tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan PESTONA atau Natural BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO-810, dosis kurang lebih 5 ml ( 1/2 tutup) / tangki.

PANEN



Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90 - 180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnyatelah berwarna kekuningan ( agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.











Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "

Posting Komentar