DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Budidaya Jagung Manis Organik NASA

Jagung Manis tak hanya nikmat untuk dijadikan kudapan atau camilan, namun juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bahkan kabarnya, jagung manis disebut sebagain salah satu makanan super karena dipenuhi oleh nutrisi dan vitamin.

Mengonsumsi jagung manis bisa membantu Anda dalam banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan tubuh dan otak. Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT Natural Nusantara berupaya meingkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan / berkelanjutan (Aspek K-3)

SYARAT PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS

Curah hujan ideal sekitar 85 - 200mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi , pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230°C - 300°C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur , subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6 - 7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8% sebaiknya dilakuakn pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000 - 1800 mdpl dengan ketinggian optimum antara 50 - 600 mdpl


Pedoman Teknis Budidaya

Syarat Benih

Benih sebaiknya bermutu tinggi baok genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20 - 30kg/ha. Sebelum benih ditanam , sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).

Pengolahan Lahan

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup  banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanam, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Lebar saluran 25 - 30 cm, kedalam 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/ pada barisan tanaman , + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari Natural GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang tanam sebain=knya lahan disebari Natural GLIO yang  sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.

PEMUPUKAN



WAKTU
DOSIS PUPUK MAKRO (per Ha)
DOSIS POC NASA
UREA (kg)
TSP (kg)
KCl
Perendaman benih
-
-
-
2 – 4 cc/ lt air
Pupuk Dasar
120
80
25
20 – 40 tutup/tangki
(siram merata)
2 minggu
-
-
-
4 – 8 tutup/ tangkin
(semprot /siram)
Susulan 1 ( 3 minggu)
115
-
55
-
4 minggu
-
-
-
4 – 8 tutup/ tangkin
(semprot /siram
Susulan II (6 minggu)
115
-
-
4 – 8 tutup/ tangkin
(semprot /siram
Catatan : akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPERNASA dosis ± 1 botol / 1000 m2 dengan cara :
·         Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
·         Alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram ± 10 bedengan


Teknik Penanaman

1. Penentuan Pola Tanaman

Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
  • Tumpang sari (intercropping) : melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh : tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai ; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketelah pohon padi gogo.
  • Tumpang gilir (Multiple Cropping) : dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan  mempertimbangkan faktor- faktor lain untuk mendapat  keuntungan maksimum. Contoh : jagung muda , padi gogo, kedelai , kacang tanah, dll.
  • Tanaman Bersisipan (Relay Cropping) : pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh : jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
  • Tanaman Campuran (Mixed Cropping) : penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur  jarak maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan trhadap ancaman hama dan penyakit . Contoh : tanaman campuran seperti jagung , kedelai , ubi kayu.

2. Lubang Tanam dan Cara Tanam

Lubang tanam ditugal, kedalam 3 - 5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40 x100 cm (2 tanaman / lubang). Jagung bermur panen 80 - 100 hari , jarak tanamnya 25 - 75 cm (1 tanaman/lubang).

Pengelolaan Tanaman Jagung Manis

1. Penjarangan dan Penyulaman

Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat diatas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan , karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

2. Penyiangan

Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

3. Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah tebah dan menutup akar yang bermunculan diatas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun dibarisan tanaman . Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

4. Pengairan dan Penyiraman

Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya , kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbungan, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit diantara bumbunan tanaman jagung.

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG MANIS

1. Hama

  • Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)

Gejala : daun berubah warna menjadi kekuningan , bagian yang terserang mengalamai pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab : lalat bibit dengan ciri - ciri warna lalat abu- abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris , warna perut coklat kekuningan warna telur putih mutiara , panjang lalat 3 - 3,5 mm. Pengendalian : 1  penanaman serentak dicabut dan dimusnahkan. 3 Sanitasi kebun.  4. Semprot dengan PESTONA.
  • Ulat Pemotong

Gejala : tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pda batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda robot. Penyebab : beberapa jenis ulat pemotong : Agrotis ipsilon ; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) dan penggerek buah jagung (Ostrinia furnacalis) dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Pengendalian : (1) Tanam serentak atau pergilirian tanaman ; (2) cari dan bunuh ulat -ulat tersebut (biasanya terdapat didalam tanah) ; (3) Semprot PESTONA , VITURA , atau VIREXI.


2. Penyakit

  • Penyakit bulai (Downy Mildew)

Penyebab : cendawan Peronosclerospora maydis dan P, Javanica serta P. Philippinensis , merajalela pada suhu udara 270°C ke atas serta keadaan udara lembab.

Gejala : (1) umur 2 -3 minggu daun runcing , kecil, kaku , pertumbuhan batang terhambat , warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah  bentuk dan isi menjadi putih

Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan musnahkan , pencegahan saat awal  penanaman menggunakan Natural GLIO
  • Penyakit bercak daun (Leaf Bligh)

Penyebab : Jamur Helminthosporium Turcicum

Gejala : pada daun terdapat bercak memanjang dan teratur yang berwarna kuning dikelilingi warna coklat, bercak akan meluas dari ujung daun hingga pangkal daun, lama kelamaan seluruh daun berwarna coklat.
Pengendalian : pencegahan pada saat awal penanaman menggunakan Natural GLIO

  •  Penyakit karat (RUST)

Penyebab : jamur Puccinia Sorghi Schw , dan  jamur P.Polypora Undrew

Gejala : pada daun tua terdapat titik -titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat.

Pengendalian : memperbaiki sanitasi kebun dan semprot dengan Natural GLIO.

  • Penyakit gosong bengkak (Corn Smut/ Boil Smut)

Penyebab : jamur Ustilago Maydis (DC) Cda , Usilago Zeae (Schw) Ung, Uredo Zeae Schw dan jamur Uredo Maydis DC 

Gejala : terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar.

Pengendalian : memotong bagian tanaman dan dibakar , benih jagung akan ditanam dicampur dengan Natural GLIO dan POC NASA
  • Penyakit busuk tongkol dan biji

Penyebab : jamur Fusarium atau Gibberella .

Gejala : baru bisa diketahui setelah tongkol dibuka , akan terlihat biji-biji jagung berwarna merah jambu hingga merah kecoklatan dan lama kelamaan menjadi warna coklat sawo matang.

Pengendalian : mengatur jarak tanam dan menggunakan Natural GLIO sejak awal tanam

Panen dan Pasca Panen

  • Umur panen kurang lebih 86 - 96 hari setelah tanam
  • Dipanen dengan cara, patahkan tangkai buah jagung
  • Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai.
  • Pengeringan jagung dengan sinar matahari kurang lebih 7-8 hari hingga kadar air tinggal 9 %.
  • Setelah jagung kering, kemudian di pipil dengan tangan atau alat
  • Biji - biji jagung lalu dipisahkan dari kotoran. Penyemprotan dilakukan untuk menghindari serangan jamur selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Budidaya Jagung Manis Organik NASA"

Posting Komentar