DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Teknis Budidaya Padi Dengan Teknologi Organik Nasa


TEKNIK BUDIDAYA PADI 
DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



PERSIAPAN BENIH 
  1. Kebutuhan benih 20-40 kg/ha 
  2. Benih padi direndam di air selama 6-12 jam dengan larutan POC NASA 2-5 cc/liter 
  3. Tiriskan dan peram selama 1-2 malam hingga benih berkecambah 
PEMBIBITAN & OLAH LAHAN 
  1. Siapkan lahan persemaian seluas 20 -40 m2 untuk setiap 1 kg benih . Persemaian diairi dengan berangsur sampai 33-5 cm. Semprot persemaian lihat tabel berikut :                                             


POC NASA + HORMONIK
Natural BVR
PESTONA
4 : 1 tutup/tangki
1 sdm/tangki
7 tutup/tangki
Umur 2 minggu
Umur 2 minggu
Umur 3 minggu

     2. Olah lahan tanam :

  • SUPERNASA 3-6 kg/ha + Dolomit kurang lebih 100-300 kg/ha, TSP kurang lebih 100-200 kg/ha, Urea kurang lebih 50-100 kg/ha , sebelum tanam 
  • Catatan : Dolomit dan TSP idealnya kurang lebih 2 minggu sebelum tanam SUPERNASA dan Urea sebaiknya 0 hst (menjelang atau saat tanam) 
PINDAH TANAM 
  • Lakukan pindah tanam (bibit) saat umur 18-25 hari setelah semai (hss) yaitu saat bibit memiliki 5-7 dau atau 3-5 anakan .
  • Jarak tanam dapat berupa jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, atau jarak tanam legowo 40 cm x 10 cm , yaitu menghilangkan satu baris setiap menanam dua baris, serta dalam baris dipadatkan .
PEMELIHARAAN TANAMAN 
  • \Pemupukan I umur 15-20 setelah tanam : Urea kurang lebih 100 kg/ha + NPK kurang lebih 100 kg/ha 
  • Pemupukan ke II umur 40-45 setelah tanam : Urea kurang lebih 50 kg/ha + NPK kurang lebih 200 kg/ha + POWER NUTRITION kurang lebih 3-6 kg/ha 
  • Penyemprotan POC NASA : 4-5 tutup + HORMONIK 1-2 tutup/tangki pada umur 15,30,45 hari setelah tanam 
Catatan : saat penyemprotan dapat ditambah PESTONA atau BVR 

  • Jaga ketinggian air disawah setinggi kurang lebih 3 cm selama 3-5 hari, untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma 
  • Tambah penggenangan air sampai 5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir. Jika jumlah air terbatas, lakukan penggenangan dan pengeringan bergantian secara rutin .
  • Secara bertahap kurangi penggenangan 2 minggu sebelum panen , sampai lahan benar-benar kering saat panen . 


HAMA & PENYAKIT PADA TANAMAN PADI 
HAMA PADI 
  1. Hama Putih (Nymphula depunctalis). Gejala menyerang daun bibit kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi . Pengendalian : (1) Mengatur air yang baik , penggunaan bibit sehat , melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun ; (2) Menggunakan BVR atau PESTONA 
  2. Padi thrips (Trhip orisae). Gejala : daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan , pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi . Pengendalian : Natural BV R atau PESTONA 
  3. Wereng Penyerang Batang Padi : wereng padi coklat (Nilaparvata lugens) , wereng padi berpungung putih (sogatela furcifera) dan wereng penyerang daun padi : wereng padi hijaau (Nephotetik apicalis dan N . impiciticep) . Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dn dapat menularkan virus. Gejala : tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar , tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil . Pengendalian : bertanam padi serempak, menggunakan varietas tahan wereng seperti IR 36,IR 48, dan IR -64, Cimanuki,progo dsb, membersihkan linkungan , melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah ; peyemprotan BVR  
  4. Walang sangit (Leptocoriza acuta) , menyerang buah padi yang masak susu. Gejala Buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian : (1) Bertanam serempak, meningkatkan kebersihan, mengumpulkan dan memusnakan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba ;(2) Penyemprotan BVR atau PESTONA 
  5. Kepik Hijau (Nezara viridula), menyerang batang dan buah padi . Gejala : pada batang tanaman terdapat bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu . Pengendalian : mengumpulkn dan memusnakan telur-telurnya. Penyemprotan BVR atau PESTONA 
  6. Penggerak Batang Padi terdiri atas : penggerak batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning ((T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (sesamia inferens). Menyerang batang dan pelepah daun. Gejala : pucuk tanaman layu ,kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama "sundep" dan pada tanaman bunting (pengisian padi) disebut "beluk" . Pengendalian : (1) Menggunakan varietas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 115 hari setelah panen agar kepomponh mati, membakar jerami ; (2) Menggunakan BVR atau PESTONA .
  7. Hama Tikus ( Rattus argentiventer), menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala : adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian : pergiliran tanaman , tanam serempak , sanitasi, , gropoyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu.
  8. Burung, menyerang menjelang panen , tangkai buah patah , biji berserakan. Pengendalian : mengusir dengan bunyi-bunyian atau orong-orongan.
PENYAKIT PADI 
  1. Penyakit Bercak Daun Coklat , Penyebab : jamur Helmintosporium oryzae. Gejala : menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian : (1) Merendam benih diair hangat + POC NASA ; (2) Pemupukan berimbang ; (3) Tanam padi tahan penyakit ini .
  2. Penyakit Blast, penyebab : jamur Prycularia oryzae. Gejala : menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang didekat pangkal malai membusuk . Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. Pengendalian : (1) Membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul sentani, cimandiri, IR 48, IR 36, pemberian pupuk N disaat pertengahan vase vegetatif dan vase pembentukan bulir ; (2) Pemberian GLIO diawal tanam
  3. Busuk Pelepah Daun , penyebab jamur Rhrizoctonia sp. Gejala : menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan . Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Pengendalian : (1) Menanam padi tahan penyakit ; (2) Memberi Natural GLIO pada saat pembentukan anakan .
  4. Penyakit Fusarium , penyebab : bakteri moniliforme . Gejala : menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk. Pengendalian : (1)Merenggangkan jarak tanam; (2) Mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO dilahan .
  5. Penyakit Kresek/Hawar Daun , penyebab : bakteri Xanthomonas campestris pv orizae. Gejala : menyerang daun dan titik tumbuh . Terdapat garis-garis diantara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. Pengendalian : (1) Menanam varietas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, cisadane, Cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan ;(2) pengendalian diawal dengan GLIO
  6. Penyakit Kerdil, penyebab virus yang terbawa oleh wereng coklat Nilaparvata lugens. Gejala : menyerang senua bagian tanaman, daun menjadi pendek ,sempit, berwarna hijau, kekuning-kuningan, batang pendek, , buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil, .Pengendalian : sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan mengendalikan vektor dengan BVR atau PESTONA
  7. Penyakit Tungro, penyebab : virus yang ditularkan oleh wereng hijai Nephotettix impicticeps. Gejala : menyerang semua bagian tanaman , pertunmbu8han tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan ,jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda,malai kecil dan t idak berisi. Pengendalian : menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR. 
Catatan : Jika pengendalian Hama Penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata AERO 810, dosis + 5 ml ( setengah tutup)/tangki.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknis Budidaya Padi Dengan Teknologi Organik Nasa "

Posting Komentar