DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Teknis Budidaya Kedelai Nasa Organik


TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DENGAN PUPUK NASA
085-225-959595 / Ari Kristianto Nasa


PENDAHULUAN 
     Ketergantungan terhadap kedelai import sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktifitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai. PT. NATURAL NUSANTARA berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing diera pasar bebas.



SYARAT TUMBUH 
     Tanaman dapat tumbuh dalam berbagai jenis tanah asal draenase (tata air) dan aerasi(tata udara) tanah cukup baik, , curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 23-30 derajat C, kelembaban 60-70%, pH tanah 5,8-7 dan ketinggian < 600 mdpl.

PENGOLAHAN LAHAN
  • Tanah dibajak digaru dan diratakan
  • Sisa-sisa gulma dibenamkan 
  • Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m 
  • Tanah dikeringkan 3 minggu baru ditanami 
  • Siram pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis kurang lebih 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA , cara penggunaannya sebagai berikut :                                                                                                     ==> Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan .                 ==> Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt air diberi 1 peres sdm SUPERNASA untuk menyiram 5-10 m bedengan .
PENANAMAN 
  • Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc/liter selama 15-30 menit dan campur legin 
  • (Rhizobium) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai
  • Buat jarak tanah antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
  • Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukan biji 2-3 perlubang 
  • Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan 
  • Waktu tanam yang baik akhir musim hujan 
PENGAIRAN & PENYULAMAN 
     Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari , benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur legin. Penyulaman sebaiknya sore hari .

PENYIANGAN 
     Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke 2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke 2 ini dilakaukan bersamaan dengan pemupukan ke 2 . 

PEMBUBUNAN 
     Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat Penyakit yang berbahaya .

DOSIS PEMUPUKAN MAKRO
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut  


Waktu
  Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCI (kg)
2 minggu setelah tanam
50
40
20
6 minggu setelah tanam
30
20
40
TOTAL
80 kg
60 kg
60 kg

DOSIS PEMUPUKAN PUPUK NASA
     Pada awal tanam , taburkan POP SUPERNASA (250 gr) untuk 500 m2-1000 m2. POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA /tangki).
     Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK /tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan , karena dapat mengganggu penyerbukan , akan lebih aman jika disiramkan.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
     Kedelai meenghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperi ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen , tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Aphis glycine
     Kutu ini dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masapertumbuhan bunga dan polong.
Gejala : layu, pertumbuhannya terhambat.
Pengendalian :

  • Jangan tanam taanaman inang separti terong-terongan , kapas-kapasan atau kacang-kacangan ; 
  • Buang bagian tanaman terserang dan bakar;
  • Gunakan musuh alami (predator atau parasit); 
  • Semprot Natural BVR atau PESTONA atau PENTANA + AERO 810 dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
2. Kumbang Daun Tembukur (Phaedonia inclusa).
      Bertubuh kecil, hitam dan bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala :  larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk polong muda , bahkan seluruh tanaman. Pengendalian : penyemprotan PESTONA.

3. Ulat Polong (Ettiela zinchenella)
      Gejala : pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, didalam polong terdapat kotoran ulat. Pencegahan : tanam tepat waktu, semprot PESTONA atau PENTANA + AERO 810

4. Kepik Polong (Riptortis Lincearis) 
     Gejala : polong bercak-bercak hitam dan hampa . Pencegahan : semprot PESTONA .

5. Lalat Kacang (Ophiomyia phaseoli) 
     Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh . Pengendalian : Saat benih ditanam , tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam , tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA . Penyemprotan diulang pada waktu kedelai berumur 1 bulan . 

6. Kepik Hijau (Nezara Viridula) 
     Pagi hari berada diatas daun , saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur . Gejala : polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Pencegahan : semprot PESTONA atau PENTANA + AERO 810

7. Ulat Grayak (Spodoptera litura) 
     Gejala : Kerusakan pada daun , ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain.
Pengendalian :

  • Dengan cara sanitasi 
  • Disemprotkan pada sore atau malam hari (saat ulat menyerang tanaman) dengan PESTONA. .

8. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
     Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.
Pengendalian : Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman .
Pengendalian : pemberian Natural GLIO .

9. Penyakit Layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
    Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO sebelum I tanam sebagai pencegahan .

10. Anthraknose (Collettrichum glycine)
     Gejala : daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam , daun yang paling rendah rontok , polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. 
Pengendalian :

  • Perhatikan pola pergiliran tanaman yang tepat ; 
  • Pencegahan diawal dengan Natural GLIO

11. Penyakit Karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
     Gejala : daun tampak bercak dan bintik coklat .
Pengendalian :

  • Cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit ; 
  • Semprotkan Natural GLIO + gula pasir sedikit .

12. Busuk Batang (Cendawan Phytium Sp.)
     Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati . Pengendalian :

  • Memperbaiki draenase lahan ; 
  • Tebarkan Natural GLIO diawal tanam .


PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN KEDELAI
     Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama dan penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
     Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk benih umur 100-110 hari, agar kemasakan biji benar-benar sempurna dan merata .
     Setelah pemungutan selasai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur .
Biji yang sudah kering lalu dimasukan kedalam karung dan dipasarkan atau disimpan .

Dapatkan Pupuk Nasa Untuk Kedelai hanya di Distributor dan Stockist Resmi Nasa.
Hubungi kami 085-225-959595 an. ARI KRISTIANTO



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknis Budidaya Kedelai Nasa Organik "

Posting Komentar