DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Cara Mengatasi Penyakit Udang

DISTRIBUTOR RESMI NASA N-406957
085-225-959595, BBM: 52DD23E6

Dalam budidaya udang, baik udang windu, udang galah maupun udang vaname, faktor penyakit yang menyerang udang sangat mempengaruhi suksesnya budidaya, untuk itu perlu di waspadai adanya penyakit udanf dan segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah sbb:
1. BINTIK PUTIH
    Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang.
Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus).
Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam ataupun tambak dapat mati.
Gejalanya:
  • Jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati.
  • Adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan.
  • Virus dapat berkembangbiak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih.
Belum ada obat untuk penyakit bintik putih ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke tambak budidaya.
Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi, sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen.
Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut, tambak perlu dipupuk dengan TON (Tambak Organik Nusantara)


2. BINTIK HITAM (Black Spot)
    Penyakit Bintik Hitam atau Black Spot disebabkan oleh virus Monodon Bacula Virus (MBV).
Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang nampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang.
Cara mencegah ==> Dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.

3. KOTORAN PUTIH / Mencret
    Disebabkan oleh tingginya konsenttrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak.
Gejala mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.
Cara Mencegah ==> Jaga kualitas air dan lakukan pengeluaran kotoran dasar tambak / shipon cara rutin.

4. INGSANG MERAH
    Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada ingsan.
Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur dolomit pada tambak budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.

5. NEKROSIS
    Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak.
Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan / luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor.
Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1 - 2 botol per-hektar, segangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (MOLTING) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
 Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas air tambak budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru dan selama budidaya berlangsung.

Demikianlah artikel tentang penyakit udang dan cara penanggulangannya....

Artikel Terkait: Teknis Budidaya Udang Windu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengatasi Penyakit Udang"

Posting Komentar