DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

TEKNIS BUDIDAYA IKAN BANDENG

Distributor Resmi NASA N-406957

Ikan bandeng merupakan satu jenis ikan penghasilan protein hewani yang tinggi. Usaha intensifikasi budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dengan budidaya tradisional. Peningkatansistem budidaya juga harus di ikuti dengan penggunaan teknologi baru.
PT. Natural Nusantara memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas Kualitas - Kelestarian).


Bandeng termasuk golongan ikan herbivora, yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Bandeng Dengan Menggunakan Produk NASA.
A. PENYEDIAAN BENIH
     Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembesaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah:

  1. Pemilihan induk yang unggul ==> Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya:
    • Bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.
    • Ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
    • Susunan titik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.
    • Gerakan lincah dan normal.
    • Umur antara 4 - 5 tahun.
  2. Merangsang pemijahan ===> Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon).
  3. Memijahkan ===> Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan betina yang matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi di luar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan.
  4. Penetasan ===> Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.
  5. Merawat benih ===> Setelah berumur 9 harilarva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener. Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk penumbuhan plankton, diantaranya N, P, K, Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mampu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON per-hektar atau 25 gr (2 sendok makan) per-100m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuran pakan dengan NASA dengan dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena POC NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N, P, K, Mg, Fe, Ca, S dan lani-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.
B. PEMBESARAN
     Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. 
Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu:
1. Persiapan Lahan.
    Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air, kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah:
  • Pencangkulan dan bembalikan tanah ===> Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.
  • Pengapuran ===> Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yatu pada pH 7 - 8. Untuk mengendalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurun pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 Ton per-hektar atau 10 kg per-100m2.
  • Pemupukan ===> Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON (Tambak Organik Nusantara) adalah 5 botol per-hektar aau 25 gram per-100m2.
  • Pengelolaan air ===> Setelah dilakukan pemupukan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.
2. Pemindahan Nener ===> Setelah planton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkingan yang baru.

3, Pemberian Pakan ===> Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivora, maka ikan ini suuka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang, klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein minimal 25 - 28%.

   Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting, oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah.
Sebagai acuhan pemberian pakan adalah:
  • Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan.
  • Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.
Penambahan NASA (Pupuk Organik Cair NASA) pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pkan buatan adalah 2 - 5cc per-kg pakan dengan cara:
  1. Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
  2. Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran POC NASA dapat merata.
  3. Campurkan POC NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 - 5cc/kg pakan.
  4. Pakan siap untuk diberikan.
Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.

C. PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT BANDENG.
     Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah:
  1. Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.
  2. Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp. Gejalanya nafsu makan menurun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.
  3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
  4. Penyakit oleh cacing renik. Setring disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan kotoran akan membusuk dan menghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktir tersebut.
Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol / hektar atau 25 gram / 100m2.
Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi pakan bandeng yang ideal, perlu diberikan pakan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan / pencampuran NASA (Poc Nasa) pada pakan buatan. 
Hadir juga produk terbaru PT. Natural Nusantara untuk perikanan dan peternakan yaitu Tangguh Probiotik (TAPRO) yang bisa digunakan untuk terapi air tambak dan bisa digunakan untuk pencampuran pakan bandeng.

Demikianlah artikel lengkap tentang bagaimana upaya untuk mengoptimalkan panen bandeng.
Untuk informasi selengkapnya serta pemesanan produk, silahkan hubungi:

Nama: Ari Kristianto

- Pin BBM: 52DD23E6 
- Sms/Wa: 085-225-959595

Format Order:
Nama, Alamat, No.HP, Produk, Jumlah



Kesaksian Produk NASA pada Budidaya Ikan Bandeng


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEKNIS BUDIDAYA IKAN BANDENG"

Posting Komentar